Programmer yang Ingin Hidup Tenang
Programmer yang Ingin Hidup Tenang, tapi Ketemu Error Terus
Katanya belajar teknologi bisa membuka banyak peluang. Bisa bikin website, bikin aplikasi, bahkan mungkin suatu hari bisa kerja sambil ngopi. Tapi ada satu hal yang jarang dibahas: semakin belajar coding, semakin banyak hal yang bikin kepala ikut loading.
Awalnya cuma ingin membuat website sederhana. Rencananya tinggal menulis HTML, sedikit CSS, lalu selesai. Ternyata setelah dibuka di browser, tampilannya malah berantakan.
Akhirnya mulai mencari kesalahan. Satu jam berlalu, dua jam berlalu, sampai akhirnya menemukan masalahnya.
Belum selesai dengan CSS, muncul masalah baru. Website sudah bagus di laptop, tetapi ketika dibuka lewat HP, tampilannya malah berantakan.
Mulailah belajar responsive design. Setelah merasa berhasil, muncul error lain yang tidak pernah diundang. Sepertinya error punya jadwal sendiri untuk datang berkunjung.
Begitulah kehidupan orang yang sedang belajar web development. Setiap berhasil memperbaiki satu masalah, biasanya ada masalah baru yang ikut memperkenalkan diri.
Tapi sebenarnya, dari situlah proses belajar dimulai. Kita jadi terbiasa mencari penyebab masalah, membaca dokumentasi, dan mencoba solusi satu per satu.
Walaupun kadang ingin menyerah, biasanya kita kembali membuka laptop setelah istirahat sebentar. Bukan karena sudah siap menghadapi error berikutnya, melainkan karena penasaran kenapa error sebelumnya bisa muncul.
Kesimpulan
Menjadi programmer bukan berarti tidak pernah mengalami masalah. Justru pekerjaannya sering kali mencari masalah, kemudian memperbaikinya.
Bedanya, kalau orang lain menemukan masalah bisa langsung pusing, programmer menemukan masalah malah membuka Google, Stack Overflow, dan berharap ada orang lain yang pernah mengalami hal serupa.
Dan kalau akhirnya berhasil? Rasanya seperti baru saja menyelamatkan dunia, padahal cuma memperbaiki satu baris kode.
Komentar
Posting Komentar